Tampilkan postingan dengan label STPI Curug. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STPI Curug. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 September 2008

STPI RAIH APPROVED ATC TRAINING AWARD 2008

Puskompublik,12/09/2008

(Jakarta, 11/09/08) Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) menerima anugerah Approved ATC Training Award 2008 dari Asosiasi Pemandu Lalu Lintas Udara (Indonesia Air Traffic Controllers Association/IATCA), Kamis (11//9).

Ketua Umum IATCA Adri Gunawan Wibisono mengatakan, pemberian penghargaan tersebut didasari atas pertimbangan dedikasi dan konsestensi STPI Curug dalam melaksanakan ICAO Approved ATC Training Program bagi pemandu lalu lintas udara di Indonesia. "Pemberian award ini diharapkan akan semakin meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bidang keselamatan penerbangan di Indonesia," ujar Adri.

Dia menambahkan, pemberian award ini dalam rangka memperingati ulang tahun IATCA ke-9. Kegiatan pemberian award ini, menurutnya, merupakan kegiatan tahunan. Ini menjadi salah satu bentuk pengakuan dan penghargaan kepada para pihak yang dinilai telah memberikan peranan dalam meningkatkan pelayanan pemanduan lalu lintas udara di Indonesia.

Penyerahan Approved ATC Training Award 2008 kepada STPI dilakukan di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Departemen Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Award diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum IATCA Adri Gunawan Wibisono kepada Kepala Badan Diklat Dedi Darmawan.

Menyikapi penganugerahan tersebut, Dedi Darmawan mengatakan, dirinya menyambut baik penghargaan yang diberikan kepada STPI tersebut. "Ini adalah penghargaan yang bernilai sangat tinggi, karena diberikan langsung oleh mereka yang bergelut langsung dengan profesi ATC. Ini sangat membanggakan buat kami," ungkapnya.

Ditegaskan Dedi Darmawan, ATC merupakan salah satu bagian terpenting dari sebuah sistem keselamatan penerbangan. Terkait dengan hal tersebut, dia meminta agar IATCA bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas para anggotanya. Antara lain dengan bekerja sama dalam bidang pendidikan dengan Badan Diklat Dephub melalui STPI Curug.

"Agar peranan anggota-anggotanya dalam meningkatkan keselamatan di Indonesia bisa kian ditingkatkan," lanjut Dedi, seraya mengatakan bahwa saat ini Indonesia masih sangat membutuhkan banyak tenaga-tenaga ATC," ujarnya. (DIP)

Sumber: http://www.dephub.go.id/id/index2.php?module=news&act=view&id=NTcy

Sabtu, 03 Mei 2008

ATC Training Division - ICAI Curug Training Priciples


TRAINING PRINCIPLES

1. As to the program of training services, the following principles prevail :

Topicality – the most recent development is presented
Internationality – the highest possible cross-fertilization of international experience and information provided.
Flexibility – the best possible adaptation to user requirements is offered.
Modular Structure – the highest degree of combination of training modules for specific training purposes is making it possible to provide course on demand tailored to the specific needs of the user.

2. As the conduct of course, the following principles apply:

Efficiency – the most appropriate use of teaching method.
Cost/ Benefit – the maximum benefit in the least training time is aspired to.
Customer Orientation – the best interest of the user is sought.

3. As the use of simulators, the following principles apply:

Versatility
– any airspace, air traffic and ATC system configure may be simulated.
Adaptability – any type of simulation exercise may be conducted.
Learner Orientation – orientation towards the needs of individual learner is ensured, notably through individual interactive skill-building exercises (“conversional” exercises)
Didactical Orientation – characterized by the search for, and application of facilities to analyze student performance on a general as well as on an individual scale.
Combination of Different Exercise Types – computer based training and techniques may be combined in the best interest of training progress and to improve the level of training standards.

Minggu, 20 April 2008

SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA (STPI) -Curug

SEJARAH

Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia ( STPI ) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan di lingkungan Departemen Perhubungan yang bertugas menyelenggarakan program pendidikan profesional di bidang penerbangan (Keppres No. 43/2000).

Berawal dari Akademi Penerbangan Indonesia ( API ) yang didirikan tanggal 1 Juni 1952 di Gempol, Kemayoran Jakarta, seiring dengan perkembangan teknologi penerbangan dan kebutuhan industri penerbangan, API beberapa kali mengalami perubahan baik nama maupun statusnya antara lain :

Tahun 1954 : API pindah ke Curug – Tangerang

Tahun 1969 : API berubah nama menjadi Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara ( LPPU ) di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Tahun 1978 : LPPU ( Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara ) berubah menjadi Pendidikan dan Latihan Penerbangan ( STPI ) di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan .

Tahun 2000 : Tepatnya tanggal 10 Maret 2000, STPI berubah menjadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia disingkat STPI.

VISI & MISI

Visi STPI adalah menghasilkan lulusan yang diakui secara Nasional dan Internasional untuk menuju pusat unggulan ( Centre of Excellent ) yang berstandar Internasional.

Misi STPI yaitu menyelenggrakan pedidikan dan pelatihan serta penelitian teknologi terapan di bidang penerbangan dalam rangka mencerdaskan bangsa dengan menciptakan sumber daya manusia penerbangan yang memilki iman dan takwa, berkualitas internasional, mampu bersaing, mandiri dan profesional.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pendidikan profesional dibidang penerbangan, STPI menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

  • Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan profesional penerbangan
  • Pelaksanaan penelitian teknologi terapan di bidang penerbangan
  • Pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
  • Pembinaan Civitas Akademik dan hubungan dengan lingkungannya
  • Pengelolaan administrasi umum, akademik dan ketarunaan

LOKASI

· Alamat

a) Alamat Pos

SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA (STPI) -

INDONESIAN CIVIL AVIATION INSTITUTE (ICAI)

P.O.Box 509 Tangerang 15001

INDONESIA

b) Telephone

1) Direct : 62-21-5988336

2) Via central station : 62-21-5982204/2205 Ext. 549

c) Facsimile : 62-21-5982234 or 62-21-5988336

d) e-mail : stpi@stpicurug.ac.id

Jumat, 21 Maret 2008

Pandangan Dalam Mensikapi Kepemimpinan ATC Indonesia


Komitmen yang saya coba bangun dalam mewujudkan cita-cita ATC Indonesia yang cerdas, mapan dan berwibawa adalah upaya perwujudan pribadi maupun bagian dari organisasi melalui upaya mikro di lingkungan edukasi. Pembelajaran adalah jamu paling mujarab dalam pengkondisian evolusi sosial menuju cita-cita yang telah disepakati.

Tulisan sederhana bertajuk Pandangan Dalam Mensikapi Kepemimpinan ATC Indonesia ini diawali oleh suatu pemikiran berupa pertanyaan sangat sederhana dari salah satu student imajener "kesayangan" yang saya nilai cukup kritis dalam memandang wacana publik ATC Indonesia. Pertanyaannya sebagai berikut:

"Mas, di tengah-tengah eforia dan keyakinan akan pentingnya Sistem ATC Indonesia dalam turut serta menuju cita-cita road map to zero accident dan pelayanan transportasi yang mencirikan pola service, safety dan security serta compliance yang unggul, kok tidak banyak (baca: secara fisika biasanya kalau terlalu sedikit bisa dianggap diabaikan) yang muncul tokoh-tokoh penting dari unsur ATC Indonesia. Sederhanya, tokoh-tokoh yang biasanya di lingkungan ATC sendiri itu seolah-olah super hero, ternyata jarang juga tampak di lingkup penerbangan nasional apalagi internasional sebagai bagian dari unsur pimpinan penting. Kalau di Film terdapat judul Ada apa dengan cinta? rasanya di ATC Indonesia : Ada apa dengan super hero kita ?"

Pertanyaan susulan lainnya kemudian sangat berpotensi untuk muncul :

1. Benarkah eforia dan keyakinan akan pentingnya Sistem ATC Indonesia dalam penerbangan sipil Indonesia hanyalah retorika belaka ?

2. Betapa "rendah hatinya" para super hero kita sehingga tidak ingin muncul ke permukaan ?

3. Benarkah super hero kita adalah super hero sejati selevel Gatot kaca di level nasional atau Superman dan Batman di level Internasional ?

4. Apakah sistem............... yang kita telah yakini ini telah berhasil menelurkan super hero sejati selevel Gatot kaca di level nasional atau Superman dan Batman di level Internasional, atau mereka sebenarnya muncul dengan sendirinya tanpa melalaui pola ke ATC an Indonesia.

dan seterusnya-seterusnya....

Latar belakang di atas tadi sebenarnya tidak sangat ilmiah untuk dijadikan sebagai perdebatan dalam diskusi ilmiah model apa pun. Tapi...dengan kerendahan hati saya berupaya menyusun kata demi kata sehingga hipotesa ini agak pantas.

Saya sebenarnya terlalu ....... dalam menyusun kritisi ini. Budaya sosial hierarki kadang agak membelenggu saya. Tapi yang kita butuhkan saat ini adalah sistematic giant step untuk mencapai cita-cita berrsama. Tetap, santun merupakan ciri.

Saya agak ragu dengan perubahan yang mencirikan bottom up dari pada top down. Mungkin pemikiran top down ini biasanya cepat prosesnya. Apapun itu fungsi kepemimpinan merupakan fungsi penting dalam MSDM.

Fenomena terkini di lingkup ATC Indonesia kini agak surprising buat saya adalah jumlah stok kader kepemimpinan nasional ATC yang secara kuantitas boleh dianggap sedikit (baca: seperti asumsi fisika). Parameternya antara lain adalah fenomena kepemimpinan di lingkup regulator maupun operator, atau mari kita coba hitung adakah ATC atau paling tidak bekas ATC Indonesia yang memiliki posisi greng, namun masih tahes dan mantap sehingga (saya tidak tahu pula bench mark nya apa) dapat dikategorikan sebagai kader kepemimpinan nasional ATC , dan setrusnya...dan seterusnya...banyak lagi parameter lainnya.

Benar kah kita telah secara serius menerpkan prinsip-prinsip MSDM modern sehingga masalah kaderisasi adalah masalah penting untuk dapat dijadikan pelajaran berharga yang segera dapat diimplementasikan ?

Saudara saudara, melalui tulisan ini saya berharap muncul pendapat pro dan kontra dan seterusnya. Perbedaan adalah dinamika dalam opini publik. Kerendahan hati dan kejujuran memandang adalah selimut hangat opini yang ingin kita kembangkan. Tanpa bertendensi saling meniadakan peran, saya mengajak melalui posting ini kita berusaha menjawab beberapa pertanyaan antara lain :

1. Bagaimana publik menilai pola kepemimpinan ATC Indonesia saat ini ?

2. Kader kepemimpinan ATC bagaimana yang diinginkan publik ?

3.Bagaimana mewujudkan pola kaderisasi yang ideal, sehingga kira-kira dalam 10-15 tahun akan muncul tokoh ATC Indonesia yang akan sering muncul sebagai trend setter dan salah satu unsur pimpinan panutan di lingkup penerbangan sipil nasional maupun internasional?

4. Pertanyaan terkait lainnnya?????

Nah, bagaimana kritisi saudara. Ditunggu comment-nya.