Selasa, 15 Maret 2011

Human Capital Pemanduan Lalu Lintas Udara

Perkembangan pasar global yang diwarnai dengan berbagai bentuk kesepakatan perdagangan, baik di tingkat lokal, regional, maupun multilateral seperti Asean Free Trade Area (AFTA), Asian Pasific Economic Cooperation (APEC), North American Free Trade Area (NAFTA), European Economic Cooperation (EEC), hingga World Trade Organization (WTO) telah membawa dampak positif dalam menghilangkan berbagai hambatan perdagangan antarnegara.

Dalam upaya mengantisipasi perubahan lingkungan tersebut, maka perlu ditopang oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memadai, karena SDM dewasa ini merupakan aset yang paling berharga, terutama bagi perusahaan.

Keberhasilan suatu bangsa dalam melaksanakan pembangunan tidak terlepas dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya. Melalui SDM yang berkualitas, keterlambatan Sumber Daya Alam (SDA) suatu negara akan dapat diatasi sehingga tujuan pembangunan Negara tersebut dapat diwujudkan. Hal yang sama juga berlaku pada sebuah organisasi. Organisasi yang memiliki SDM yang berkualitas akan mampu membawa organisasi tersebut menjadi yang terdepan dalam bidang bisnis yang digelutinya. Dengan demikian, kualitas SDM pada setiap organisasi harus ditingkatkan secara terus menerus agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan percepatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Upaya peningkatan kualitas SDM terkait erat dengan modal yang dimiliki manusianya (Human Capital). Melalui modal manusia, individu-individu dalam organisasi akan mampu mengembangkan strategi-strategi baru dalam menghadapi organisasi pesaing, sehingga tetap dapat menjadi yang terdepan dalam bidang bisnis yang digarapnya. Kekuatan daya saing dalam bisnis dewasa ini sangat perlu didukung oleh keberadaan SDM yang andal yang memiliki Human Capital yang tinggi.

Kemampuan perusahaan dalam mengatasi hambatan dan memenangi persaingan ini merupakan langkah strategik dalam meningkatkan daya saing dan perkembangan usaha. Mengingat lingkungan cepat berubah yang harus direspons oleh kemampuan internal perusahaan, maka manajemen memerlukan personil yang terampil dalam pengambilan keputusan sehingga perusahaan berkembang sejalan dengan tuntutan perubahan lingkungan. Keleluasaan manajemen dalam melakukan adaptasi tidak saja harus dilakukan oleh perusahaan swasta tetapi juga BUMN, dan bahkan instansi pemerintah selaku pendukung pembangunan nasional.

Berkaitan dengan hal diatas, salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam industri jasa kebandarudaraaan dan lalu lintas udara adalah Bandar Udara Soekarno Hatta Jakarta yang dewasa ini terus menerus berbenah diri dalam upaya meningkatkan SDM perusahaan, khususnya para Pemandu Lalu Lintas Udara sebagai pelaksana pelayanan kebandarudaraaan dan lalu lintas udara.

Pelayanan merupakan aspek penting yang memastikan keberhasilan setiap perusahaan. Tidak ada bisnis bisa sukses dan meraih laba yang baik tanpa memuaskan pelanggan mereka melalui cara yang efisien dan tepat waktu. Bahkan, pentingnya efisiensi dan ketepatan waktu pelayanan ini menjadi semakin relevan dalam banyak industri seperti jasa kebandarudaraaan dan lalu lintas udara.

Operator di bidang jasa kebandarudaraaan dan lalu lintas udara berusaha mengikuti perkembangan perlengkapan dan peralatan teknologi tinggi sesuai kebutuhan, memiliki sumber daya manusia yang terampil, dan memiliki sistem pelayanan yang terbaik dalam rangka melaksanakan jasa kebandarudaraaan dan lalu lintas udara dan memuaskan pelanggan mereka.

Kecepatan, keselamatan, akurasi, dan efisiensi merupakan hal-hal yang sangat penting dalam industri jasa kebandarudaraaan dan lalu lintas udara yang mampu meminimalisir waktu terbuang dan memberikan hasil optimal dalam melayani pelanggan dan mempromosikan bisnis perusahaan.

Menunggu merupakan satu hal yang paling tidak disukai oleh kebanyakan pelanggan. Pada saat bersamaan, pelanggan berusaha mencari layanan terbaik sebagai imbalan atas biaya yang sudah mereka keluarkan. Tanpa Human Capital terbaik untuk tugas-tugas jasa kebandarudaraaan dan lalu lintas udara, merupakan hal mustahil untuk memberikan layanan memuaskan kepada pelanggan. Tanpa dukungan infrastruktur yang tepat dan Human Capital yang terbaik, kualitas pelayanan cenderung merana dan layanan cenderung tertunda.

Pelayanan terbaik merupakan aspek vital yang menentukan reputasi dan prospek bisnis perusahaan. Satu hal yang tabu untuk dilakukan dalam dunia bisnis adalah membuat pelanggan tidak senang. Pelanggan merupakan orang-orang yang penting dalam proses pelayanan di mana ketidaksenangan mereka dapat mematikan prospek bisnis perusahaan. Dalam hal ini, penggunaan Human Capital dalam tugas-tugas jasa kebandarudaraaan dan lalu lintas udara di bandar udara (bandara) secara terampil benar-benar dapat membantu perusahaan.

Salah satu modal untuk industri jasa kebandarudaraaan dan lalu lintas udara di bandara adalah Human Capital. Modal ini merupakan aset bisnis yang bernilai sangat tinggi karena dapat menyediakan efisiensi, efektivitas dan akurasi tinggi dan keselamatan bagi diri maupun harta benda. Hal ini menjelaskan mengapa Human Capital sangat menentukan keberhasilan bisnis perusahaan, utamanya dalam membantu melancarkan operasi jasa kebandarudaraaan dan lalu lintas udara. Perusahaan dikunjungi oleh ratusan orang setiap hari dan tentu saja tidak akan berkinerja baik tanpa didukung Human Capital tersebut. Human Capital untuk industri jasa kebandarudaraaan dan lalu lintas udara ini luar biasa penting karena memiliki penggunaan, manfaat dan nilai khas tersendiri yang tidak setiap perusahaan bisa mengoptimalkannya.

Kata kunci bagi perusahaan penerbangan, utamanya yang menangani pelayanan kebandarudaraaan dan lalu lintas udara adalah efisiensi dan keselamatan maksimum. Perusahaan tidak bisa berharap banyak akan mampu berkinerja baik bila Pemandu Lalu Lintas Udaranya tidak memahami dan menguasai setiap bagian daripada pelayanan itu. Pada saat bersamaan, untuk penggunaan pelayanan yang efektif, perusahaan memerlukan Pemandu Lalu Lintas Udara yang berkecakapan tinggi, yakni mereka memiliki pengendalian diri (self-control), keterampilan sosial (social skill), dan kepemimpinan diri (self-leadership) yang baik.

Pengendalian diri (self-control) merupakan kuasa atas naluri, hasrat dan emosi dasar seseorang yang dengannya orang itu mampu mengelola perilaku dirinya, apapun keadaan dan provokasi yang dihadapi olehnya.[1]

Keterampilan sosial (social skill) merupakan pengetahuan tentang perilaku manusia dan proses interpersonal; kemampuan untuk memahami perasaan, sikap dan motif orang lain; kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas dan efektif; dan kemampuan untuk membentuk hubungan yang efektif dan koperatif.[2]

Kepemimpinan diri (self-leadership) merupakan serangkaian strategi yang digunakan seseorang untuk mempengaruhi dan meningkatkan perilakunya. [3]

Tinggi rendahnya kondisi Human Capital para Pemandu Lalu Lintas Udara diduga disebabkan oleh belum mampunya pihak perusahaan melakukan pembenahan secara optimal dalam bidang Pengendalian Diri (Self-control), Keterampilan Sosial (social skill), dan Kepemimpinan diri (self-leadership) para karyawannya. Pada kenyataanya upaya untuk mengembangkan ketiga bidang tersebut belum dilakukan secara terencana dan berkesinambungan. Apabila fenomena ini tidak segera di atasi, dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi perkembangan kinerja pelayanan perusahaan di masa yang akan datang.

Pemandu Lalu Lintas Udara yang memiliki ketiga kualitas di atas cenderung mampu menyelenggarakan pelayanan itu sama persis sesuai fungsinya sehingga membantu memuaskan pelaggan perusahaan. Jelaslah dari sini bahwa Pemandu Lalu Lintas Udara dan Human Capital merupakan dua unsur yang saling terkait dan sama-sama penting nilainya bagi perusahaan dalam rangka melaksanakan tugas-tugas jasa kebandarudaraaan dan lalu lintas udara secara aman dan handal sehingga pelanggan pengguna jasa kebandarudaraaan dan lalu lintas udara pun terpuaskan.



[1] Mccallum John S. the essence of leadership

[2] Gary Yuki, Leadership in organization (New York Pprentice Hall 2002), p.376.

[3] Yuki, op.cit., pp.134-135

1 komentar:

Gadis Bisnis mengatakan...

LOWONGAN KERJA SAMPINGAN GAJI 3 Juta/MINGGU

KESEMPATAN EMAS BAGI PARA PEMILIK "WEB-BLOG"..., Kami Membutuhkan 200 karyawan "Online" dengan potensi penghasilan 3 JUTA/MINGGU+GAJI POKOK 2 JUTA/BULAN, Tugasnya hanya Meng-ENTRY DATA. Bila berminat

Buka http://devicantikkk.blogspot.com/