Minggu, 25 Mei 2008

RADAR - RADIO DETECTION AND RANGING

Sejarah

Diakhir tahun 1940-an, radar telah diintegrasikan ke dalam sistem pemanduan lalu lintas udara . Sejak itu telah banyak kemajuan yang dicapai baik peralatan maupun prosedur sehingga radar saat ini mempunyai kinerja jauh lebih baik dibandingkan yang dibayangkan semula beberapa tahun yang lampau. Peralatan radar saat ini telah dipasang di hampir seluruh unit pemandu lalu lintas udara di seluru dunia. Sistem radar sangat membantu tenaga pemandu lalu lintas udara yaitu menjaga keselamatan, kelancarandan keteraturan lalul intas udara.

Keberadaan radar pertama kali adalah merupakan gagasan dari dua ilmuan Jerman yaitu Heinrich dan Christian Hulsmeyer, pada tahun 1922. Percobaan dlakukan oleh kedua ilmuan tersebut dan selanjutnya mereka dapat mempraktekandi lapangan. Mereka gunakan untuk menghindarkan tabrakan antar kapal laut di lautan. Dari situlah akhirnya membawa arah perkembangan radar. Sistem radar pertamakali digunakan pada tahun 1925 oleh Gregory Briet dan Merle A. Tune dari Amerika.

Pada tahun 1930, dilakukan penyelidikan penggunaan radio untuk mencari kapal laut dan pesawat terbang musuh oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Dan hasilnya adalah alat tersebut mampu mendeteksi pesawat dengan mengunakan panntulan gelombang radio. Setelah berhasil dilakukan lagi untuk selanjutnya penelitian mengembangkan instrument untuk mengumpulkan data, mencatat data secara otomatis dan mengkorelasikan data untuk menunjukan posisi, sudut dan kecepatan kapal laut atau pesawat terbang.

Kemajuan berlanjut pada tahun berikutnya dilakukan oleh Angkatan Darat dan Laut Amerika.

Selama Perang Dunia II, industri radar mencapai puncaknya. Banyak perusahaan elektronik yang memperoleh kontrak untuk pembatan peralatan radar. Badan Penerbangan Inggris mengakui kuntungan yang diperoleh dari radar dalam sistem pengendalian Lalu Lintas Udara. Pada Badan Meteorologi Amerika memanfaatkan radar dalam melacak badai untuk mengadakan p[erkiraan cuaca sedini mungkin.

Penggunaan radar dalam pengendalian Lalu Lintas Udara pertama kalinya adalah untuk alat bantu pendaratan. Setelah pengembangan peralatan yang lebih baik,peralatan tersebut kemudian ditingkatkan untuk mengatur arus lalu lintas. Radar telah memungkinkan pengendalian Lalu lIntas Udara untuk melihat dan mengarahkan pesawat guna menghindarkan tabrajkan antar pesawat atau antara pesawat dan rintangan di darat.

Definisi

Radar adalah singkatan dari Radio Direction And (Radio) Raging. Sesuai dengan namanya radar digunakan untuk mendeteksi posisi pesawat yang dinyatakan dengan arah atau azimuth yang mengacu pada arah Utara dan pada jarak (range) tertentu dari antena.

Prinsip Pulsa Radar

Prinsip pulsa radar adalah sama dengan prinsip gaung atau bunyi. Jika kita berteriak menghadap sesuatu pemukaan yang bersifat memantulkan, maka kita akan mendengar gaung atau pantulan suara terikan kita beberapa saat setelah kita berteriak. Hal tersebutt disebabkan oleh kenyataan bahwa bunyi atau suara tersebut merambat melalui udara pada kecepatan 1.100 kaki per detik menuju permukaan yang mmemantulkan. Setibanya bunyi kemudian dipantulkan kembali ke sumber suara atau bunyi disebut gaung.

Kelebihan pulsa radar adalah ia memungkinkan sejumlah informasi dapat diperoleh dalam waktu yang relatif singkat sehingga dapat mengend

alikan sasaran dalam jumlah yang besar pula. Dalam kenyataan, sistem ini digunakan untuk sistem peringatan dan pengndalian lalu lintas udara. Demikian juga sistem ini menjelajah wilayah secara cepat sehingga terhindar dari munculnya target yang berlebihan.

Kelemahan sistem ini adalah rumitnya menghilangkann target yang tidak diinginkan (clutter); target yang beerjarak noldari antana tidak tampak dan target pada jarak yang dekatt dengan antena pengukurannya kurang akurat.

Pulsa radar dipancarkan dalam sattuan disebut pulsa (pulsa length), sedangkan jarak waktu atau interval pulsa disingkat PRI (Pulse Rereccurence Interval).

PSR dan SSR

Perbedaan utama PSR dan SSR

Radar sekunder (Secondary Surveillance Radar/SSR) adalah istilah internasionallnbagi sisttem beacon radar bagi ATC (Air Traffic Contrl Radar Beacon System/ATCBRS). Istilah tersebut mengacu pada kenyataan bahwa peralatan radar sekunder hanya dipakai di dalam dunia ATC. Radar sekunder adalh sisitem yang terpisah dari radar primer. Ia dapat berdiri sendiri oleh karena hubungan antara radar primer dan radar secondary surveillance radar, bukan sebagai sistem utama dan cadangan melainkan berfungsi sebagai majikan (master untuk radar primer dan sebagai radar sekunder). Radar primer sebagai master dioperasikan secara indenpenden dan dapat dipakai untuk tujuan pengendalian lalu lintas udara. Sedangkan radar sekunder sebagai slave, meskipun dapat berdiri sendiri, tetapi untuk tujuan pengendalian lalu lintas udara harus dioperasikan bersama-sama dengan radar primer.

Jarak dalam sistem radar primer stasiun darat tidak ada alat penanya posisi pesawat dan pesawat tersebut tidak perlu membawa alat apapun, tidak demikian halnya dengan radar sekunder. Disamping ada alat penanya di stasiun darat (disebut interogator) pesawat perlu dilengkapi dengan alat penjawab (disebut trasponder).

Transponder

Transponder (transmitter/rensponder) adalah peralatan yang ada di pesawat terbang (airborne unit). Bagian utama transponder adalah transmitter. Transponder merupakan alat yang aktif namun sebagian bisa di non-aktifkan. Sebelum transmitter mengirimkan jawaban (reply) ke stasiun raddar di darat atas pertananan dari interogator, pulsa harus diterima dan diproses terlebih dahuliu. Jika transponder diaktifkan maka transmitter akan memancarkan rangkaian pulsa jawaban khusus yang tidak terikat oleh dan lebih kuat dari pantulan pulsa radar primer (echo).

Fungsi Transponder

Pesawat terbang bisa dilengkapi dengan peralatan untuk merspon berbagai mode secara serentak. Yang disebut dengan mode adalah interval waktu (jarak antara pulsa dalam waktu microdetik) yang digunakan interogator SSR.

Kode SSR Cadangan.

Termasuk 7500 (unlawful interference/pembajakan udara), 7600 (communication failure), 7700 (ermergency), operasi IDENT, tanda bahaya, peringatan dan koordinasi otomatis harus disajikan secara jelas dan beda sehingga mudah untuk dikenali oleh controller.

Radar`dalam Air Traffic Services-Tujuan pemberian pelayanan radar dalam ATS bertujuan antara lain :

Meningkatkan pemanfaatan ruang udara (airspace utility) dalam pelayanan non-radara di wilayah ACC, maka pesawat terbang harus terbang

pada jalur penerbangan (ATS route) yang terbatas jumlahnya dan pengaturan pesawat dilakukan secara linear, sedangkan di dalam pelayanan radar maka pesawat tidak terikat oleh jalur penerbangan dan boleh disimpangkan (radar navigation/untuk memperoleh jalur terpendek/terdekat sehingga pesawat dapat diatur secara menyebar [scatered] atau sejajar [pararel].

Demikian pula di wilayah APP, jika dalam pelayanan non-radar maka pesawat yang akan melakukan pendaratan harus antri satu persatu (sequential) dengan jarak yang cukup jauh (memakai avarege time interval/ATI), maka dalam pelayanan radar pesawat yang akan mendarat di atur secara serntak atau acak.

Memandu pesawat melalui route langsung (mengurangi waktu terbang dan mengurangi biaya operasi), di dalam pelayanan non radar pesawqat terbang di pandu secara ketat agar pesawat tidak keluar jalur (lebar aman ATS route hanya 5-10 Nm dariasal jalur) maka didalam pelayanan radar pesawat diarahkan langsung ke titk tujuan (radar navigation) arah yang harus ditempuh bisa lebih pendek dan pada akihrnya adalah lebih efesien.

Meningkatkan keselamatan Lalu Lintas Udara melalui acuan visual.

Ruang lingkup pemberian pelayanan radar adalah terbatas pada controller airspace yang berada di dalam jangkauan radar (radar coverege).

Keuntungan pemberian ATS dalam mengunakan radar antara lain :

· Menjaga kewaspadaan / pengawasan dengan inforamsi posisi yang l;engkap.

· Memberikan arahan / panduan ( vector ) untuk pemisahan, bantuan bernavigasi, mempercepat keberangkatan, melalui jarajk terpndek ( jalan pintas / potong kompas ) dan approach;

· Memberikan bantuan memberikan informasi Llu Lintas Udara, plotting ( emergency ) menghindari cuaca jelek, dan lai-lain.

Fungsi radar dalam ATC Service antara lain :

· Mempertahankan pengawasan / kewaspadaan / penjagaan yang memungkinkan ATC untuk :

- Memperoleh informasi posisi pesawat lebih awkurat dan lenkap.

- Memberikan traffic informasi lebih akurat dan tepat.

- Memberikan informasi jika terjadi ppenyimpangan track dan/atau heading.

· Memantau Lalu Lintas Udara sehingga dapat memberikan pemanduan atau saran yang lebi baik.

· Mempercepat arus lalu lintas udara secara normal pada saat ada pesawat yang mengalami kondisi (emergency) atau kerusakan radio komunikasi (communcation failure ) dan lain-lain.

Radar dalam Approach Control Service

Radar dalam APP Control Service melaksanakan fungsi sebagai berikut :

· Memberikan vector kepada pesawat yang datang ke alat bantu pendaratan yang dapat ditafsirkan oleh penerbang (NDB/VOR/ILS ).

· Memberikan vector kepafda pesawat yang melakukan peralatan ILS pararel, yaitu menghindarkan pesawat agar tidak menerobos ke dalam no-transgression zone.

· Memberikan vector kepada pesawat yang datang ke suatub titik dimana approach secara visual dapat dilakukan.

· Memberikan vecttor kepada pesawat yang datang ke suatub titik dimana precision approach radar ( PAR ) atau surveillance radar approach ( SRA 0 dapat dilakukan.

· Melakukan pemantulan terhadap pesawat lainnya y

ang melakukan approach.

· Sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, melaksanakan SRA atau PRA, dan

· Memberikan separation radar antara :

- Pesawat yang berangkat secara berurutan

- Pesawat yang datang secara berurutan

- Pesawat yang berangkat dan yang datang

Tidak ada komentar: